“Cita-citanya apa, Nak?”
“Mau jadi dokter.”
“Wah hebat. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi dokter atau jadi yang punya rumah sakit?”
“Hm, jadi yang punya.”
“Nah, yang punya itu namanya pengusaha.”
“Oo…”
“Siapa yang mau jadi pengusaha?
“Saya! Saya!”

“Cita-citanya apa, Dik?”
“Mau jadi pilot.”
“Wow keren. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi pilot atau jadi yang punya pesawat?”
“Hm, jadi yang punya.”
“Nah, yang punya itu namanya pengusaha.”
“Oo…”
“Siapa yang mau jadi pengusaha?
“Saya! Saya!”

????????????

Itulah cuplikan dialog saya saat berjumpa anak-anak dan guru-guru di TK Khalifah. Ya, weekend kemarin saya berada di Makassar dan Manado untuk kesekian kalinya. Dan perjalanan kemarin terasa istimewa.

Apa istimewanya? Saya berada di Makassar dalam rangka visit 4 outlet TK Khalifah dan saya berada di Manado dalam rangka peresmian TK Khalifah yang baru beroperasi tahun ini. Alhamdulillah.

Jujur, saya nggak nyangka TK Khalifah bisa hadir di Manado.

Berawal dari satu cabang di Batam pada tahun 2007, sekarang TK Khalifah sudah puluhan cabang di seluruh Indonesia, alhamdulillah. Dari Aceh sampai Papua. Dinamai Khalifah yang artinya pemimpin dan pemakmur, karena saya ingin sekali menyebarkan jiwa entrepreneurship.

Saya bercita-cita, melalui TK dan SD Khalifah, hadir lebih banyak lagi pengusaha (entrepreneur) di Indonesia. Sebab itulah, sejak dulu sampai sekarang, slogan kami tetap tauhid dan entrepreneurship. Bukankah entrepreneur itu pemimpin? Bukankah entrepreneur itu pemakmur?

Sekali lagi, khalifah itu pemimpin, khalifah itu pemakmur.

Saya ingin membangkitkan dunia entrepreneurship di Indonesia. Ya, ingin sekali. Berhubung saya bukan pembuat keputusan di negeri ini dan belum bisa berbuat sesuatu yang besar, ya sudah, saya mulai saja sebisanya. Saya mulai dari sekolah, tepatnya dari TK.

“If you can’t fly, then run.”
“If you can’t run, then walk.”
“If you can’t walk, then crawl.”

“Whatever you do, you have to keep moving forward,” pesan Martin Luther King Jr. Intinya, lakukan sebisanya dan pelan-pelan diperbesar. Jangan cuma diam. Jangan cuma menunggu. Harus ada proses dan kemajuan.

Penulis Ippho Santosa. Editor: portalsatu.com